Langsung ke konten utama

NIGHTINGALE'S CROOK, Kehangatan Keluarga yang Besar dari Rumah Penginapan Kecil

NIGHTINGALE'S CROOK

Penerbit: de TEENS
Cetakan: Pertama, Desember, 2013
Tebal: 332 halaman
ISBN: 978-602-255-416-5

Cerita dengan POV 2 memang agak sulit ditemukan. Selain karena tidak biasa, teknik penceritaannya cukup sulit, jika tidak berhati-hati bisa "terpeleset". Untuk itulah saya berusaha mencari cerita POV 2 sebagai bahan pembelajaran. Baru menemukan satu cerpen, setelah dalam jarak yang lama saya menemukan novel "Nightingale's Crook". Meskipun POV 2 tidak digunakan di keseluruhan novel (hanya pada satu tokoh saja) rasanya saya seperti menemukan harta karun. 

Archie, seorang pria muda yang tengah berjuang membesarkan ketiga anaknya, setelah sang istri meninggal, menemukan banyak hambatan. Gabe, putranya terlalu pendiam. Salah satu putri kembarnya, Emy, menderita penyakit serius.

Alarish Haines adalah wanita yang memiliki hubungan istimewa dengan Archie. Bukan kekasih, tapi memiliki ikatan kuat yang ia sendiri kebingungan mendiskripsikannya.

Sedangkan Emil, lelaki cerdas yang di otaknya penuh rumus fisika ini tidak pernah berhenti berharap pada Alarish. Percaya dirinya sangat tinggi.

Sementara ada Liddy yang juga menaruh hati pada Emil. Selain dia sangat mengagumi sosok pelukis misterius bernama Blair Wilden.

Rumit sekali hubungan antartokoh dalam novel NC. Di samping gaya bercerita yang tidak biasa dan sarat filosofis, pembaca dibawa ke tempat-tempat indah bak lukisan yang membuat terpukau. Novel NC adalah novel roman yang tidak pasaran dan sarat pesan. Perlu hati-hati dan teliti saat membacanya agar tidak "tersesat". Namun begitu bisa memahami alurnya, kita akan ikut terbawa pada perasaan emosional para tokoh.

Banyak buku ber-setting luar negeri yang ditulis oleh penulis lokal, tapi hanya menjadikan "luar negeri" sebagai tempelan saja. "Rasa luar negeri" tidak terasa. Berbeda dengan novel NC. Penulisnya benar-benar piawai menghadirkan "rasa luar negeri" sesuai latar yang diambilnya. Pantas NC menjadi salah satu pemenang lomba #RomantikInspiratif yang diadakan Penerbit DIVA Press.

Bukan hanya cinta lawan jenis yang ditawarkan NC. Ada juga cinta keluarga antara ayah dan anak, antara kakak dengan adik, begitu juga cinta di dalam persahabatan.

Saya sangat menyukai si kembar Emy dan Beth. Sampai ikut khawatir waktu Emy harus masuk rumah sakit karena penyakitnya! Haha...

Cuma agak kecewa dengan endingnya di bagian epilog. 

Saya juga tidak suka cover-nya yang hanya menampilkan dua cowok dan dua cewek. Karena tidak ada keterangan juga yang mana Archie, Alarish, Liddy, atau Emil. Waktu pertama lihat cover saya malah mengira novel ini menceritakan tentang para anggota grup penyanyi! Mungkin akan lebih bagus kalau cover gambar pemandangan senja dengan siluet seorang laki-laki bersama anak-anaknya.

Namun tetap tidak mengurangi kekerenan novel ini.

Nightingale's Crook buku dari lapak obralan yang layak sekali menjadi penghuni rak buku koleksi!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pinjam Bukunya, Dong!

"Pinjam bukunya, dong!" Bagaimana reaksi teman-teman jika ada yang mengungkapkan kalimat itu? Meminjamkan buku dengan senang hati? Meminjamkan buku dengan waswas dan kasih pesan atau peringatan macam-macam? Atau menolak sama sekali? Kalau saya, ambil pilihan ketiga: menolak sama sekali. Saya paling anti meminjamkan buku pada orang lain. Silakan bilang saya pelit, sok, gaya, atau apa pun. Tapi saya jadi pelit bukan tanpa alasan. Banyak pengalaman buruk saya berhubungan dengan pinjam-meminjam buku. Buku kembali dalam keadaan lecek/lusuh, rusak, dicoret-coret, bahkan tidak kembali. Dulu saya tidak terlalu peduli ketika buku yang dipinjam rusak atau tidak kembali. Tapi sekarang buku menjadi benda kesayangan yang setelah diadopsi saya rawat dan jaga baik-baik. Jadi jika sampai terjadi kerusakan atau kehilangan pada buku yang dipinjam, jangan salahkan jika saya jadi galak!  Buku saya yang rusak setelah dipinjam teman Foto di atas adalah contoh buku yang ...

Kan, Masih Anak-Anak!

Anak-anak selalu digambarkan sebagai sosok yang aktif, lucu, menggemaskan, manja, dan nakal. Kata terakhir inilah yang mengendap begitu lama dalam pikiran saya, sehingga membuat saya tergelitik untuk membuat tulisan ini. Sampai sejauh mana kenakalan anak-anak masih bisa ditolerir, dianggap wajar? Ada seorang ibu yang berkunjung ke rumah temannya sambil membawa anak kecil. Anaknya sangat aktif, tidak bisa diam. Berlarian ke sana kemari sambil memegang barang-barang milik tuan rumah. Apa saja dipegang. Gelas minuman, toples makanan, helm, hiasan pajangan, keramik ... Sepasang mata sang tuan rumah--yang juga perempuan--tak lepas mengawasi sambil berusaha mendengarkan apa yang dibicarakan tamunya. Sesekali tersenyum. Namun hatinya berbisik waswas, Aduh, nanti kalau pecah bagaimana, ya? Sementara ibu tamu tetap duduk manis di sebelah tuab rumah, mengobrol dengan serunya. Hanya sesekali berseru, "Adek, jangan! Ayo kembalikan! Jangan ke sana-sana, tidak boleh!" ...

Mengenal GERD-Anxiety, dan Adenomiosis

Aku, GERD-Anxiety, dan Adenomiosis Penulis: ShytUrtle Penerbit: Pena Borneo, Februari 2019 (Cetakan Pertama) Tebal: 285 halaman ISBN: 978-602-5987-28-1 Aku, GERD-Anxiety, dan Adenomiosis  (selanjutnya, demi kemudahan, saya singkat judul buku ini menjadi AGAA) adalah buku yang menceritakan pengalaman penulisnya (ShytUrtle atau U) selama menderita ketiga penyakit tersebut. Ditulis dengan format seperti buku harian, kita seperti dibawa singgah ke Malang, tanah kelahiran U. Kemudian diperlihatkan kehidupan sehari-hari U yang harus bersahabat dengan GERD-anxiety dan adenomiosis. Banyak sekali pengetahuan yang saya dapat usai membaca AGAA, di samping sederet istilah-istilah kesehatan yang rumit. Diuraikan dengan bahasa sederhana, tapi enak diikuti dan tidak membosankan. Sungguh kagum saya pada U karena bisa dengan tegar menjalani hari-harinya setelah divonis menderita sakit GERD dan kawan-kawan. Selama membaca AGAA rasanya saya seperti ikut merasakan seluruh kesakitan, kesedi...