Langsung ke konten utama

Postingan

Surat Untuk Pak Habibie

Yogyakarta, 22 Mei 2016             Pak Habibie yang saya h ormati. Perkenalkan, saya Liana dari kota Yogyakarta. Saya adalah salah satu dari jutaan pengagum Pak Habibie di negeri ini. Ketika Pak Habibie menjadi presiden Indonesia, saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Jadi waktu itu saya belum benar-benar mengerti seperti apa sosok Pak Habibie. Sampai sekarang pun, sesungguhnya saya hanyalah masyarakat awam yang mengenal Pak Habibie dari media massa, koran, internet, televisi, dan tentu saja film Habibie dan Ainun . Sulit rasanya memikirkan Pak Habibie tanpa memikirkan almarhumah Ibu Ainun juga. Saya memang belum sempat membaca buku Habibie dan Ainun , baru melihat fimnya. Itu pun setelah saya mengikuti acara wawancara dengan Pak Habibie yang diadakan oleh sebuah stasiun televisi swasta. Saya bisa merasakan betapa besar rasa cinta Pak Habibie kepada Ibu Ainun dari semua yang Bapak ka...

Memilih Nama Untuk Tokoh

Jangan asal memilih nama untuk tokoh dalam cerita kita! Saat menulis, selama ini yang sering kita perhatikan hanya soal tema, alur, setting , dan pemberian judul. Nama tokoh juga sangat penting, loh! Meskipun ada yang mengatakan Apalah arti sebuah nama? (tidak tahu yang bilang begitu siapa), tapi nyatanya kamu juga bakal marah kan, kalau nama pemberian orangtuamu yang bagus-bagus itu diubah-ubah oleh teman atau dijadikan bahan ejekan? Pilihkan nama untuk tokoh dalam ceritamu seperti memilih nama untuk anakmu sendiri. Kalau perlu cari dari daftar nama-nama bayi! Cari nama yang bagus, memiliki arti, sebisa mungkin memiliki hubungan erat dengan cerita.   Misalnya film Ada Apa dengan Cinta? , tokoh utama wanitanya bernama Cinta. Atau film Assalamualaikum, Beijing! , nama tokoh utama wanitanya Asma yang kemudian dihubungkan dengan legenda negeri Cina, Ashima dan Ahei. Bacalah potongan cerita ini. Pasangan kekasih itu menjadi pasangan idola di ...