Langsung ke konten utama

Postingan

Antologi MENGUNYAH GERAM (Seratus Puisi Melawan Korupsi)

Bisa tergabung dalam Antologi "MENGUNYAH GERAM" (Seratus Puisi Melawan Korupsi), sungguh hal yang tidak terduga. Awal November 2017 saya membaca pengumuman di status facebook seorang seniman yang membuka event menulis puisi bertema "Puputan Melawan Korupsi" untuk memperingati hari antikorupsi sedunia. Siapa pun yang berminat dipersilakan mengirimkan puisi karyanya yang kemudian akan diseleksi, dan dimuat dalam buku antologi puisi melawan korupsi. Waktu pengiriman karya hanya sekitar sepuluh hari. Sejenak saya tertegun membaca pengumuman itu. Ada keinginan ikut serta, tapi apakah saya mampu? Mengingat selama ini puisi yang saya tulis selalu tentang cinta-cintaan, beralih ke tema korupsi, itu rasanya seperti orang yang terbiasa minum es krim disodori jamu. Sepanjang tahun 2017 saya memang sedang giat-giatnya mengikuti lomba menulis--tak peduli menang atau kalah, yang penting ikut. Jika saya tidak mencoba event puisi ini, rasanya kok menyia-nyiakan kesemp...

Berdandan Boleh, Tapi...

Wanita selalu ingin tampil cantik dan menarik. Oleh karena itu berdandan merupakan aktivitas wajib bagi sebagian besar kaum hawa—saya katakan sebagian besar karena memang ada sebagian wanita yang tidak suka berdandan. Banyak cara dilakukan wanita untuk mempercantik dirinya, dan tentu harus mengorbankan waktu serta biaya tidak sedikit. Islam tidak melarang seorang wanita untuk berdandan, namun ada aturan-aturan berdandan bagi muslimah yang harus dipatuhi. Allah swt. berfirman: Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A‘raaf 7: 31) Ayat di atas menerangkan dengan jelas bahwa berdandan atau berhias diperbolehkan bagi pria dan wanita, tapi jangan berlebihan ! Peringatan jangan berlebihan ini lah yang sering dilupakan atau bahkan tidak dipedulikan. Cara-cara berdandan yang dilarang dalam Islam juga masih banyak dil...

Penghapus Dosa yang Sering Dicerca

Bagaimana reaksi kita ketika tiba-tiba jatuh? Kata-kata apa yang pertama kali keluar dari bibir kita? Jika ternyata yang sering meluncur adalah kata-kata umpatan atau makian, maka mulai sekarang gantilah! Kita sering lupa bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah. Kesandung batu kerikil juga Allah yang atur. Barangkali ketika jalan kita suka seenaknya, tidak peduli dengan keadaan sekitar. Apalagi kalau rombongan, jadilah kita berperilaku seolah-olah jalan itu warisan nenek moyang sendiri! Ngobrol sambil ketawa-ketiwi, dorong-dorongan, lari-lari... Bayangkan, betapa mengganggu dan menyebalkannya kelakuan pejalan kaki yang seperti ini? Kemudian daripada kita diseruduk motor atau mobil, Allah tegur kita lebih dulu pakai batu kerikil. Dibuat kesandung dan jatuh. Allah menyuruh kita hati-hati kalau jalan agar selamat sampai tujuan. Masih ada lagi... ketika kita sakit batuk, pilek demam, lalu tidak bisa kerja. Terpaksa harus diam di rumah, tidur tak nyenyak, makan pun tak ...