Langsung ke konten utama

Postingan

Antologi Cerpen MENENUN HARAP

Judul: MENENUN HARAP Penulis: Mabruroh Qosim, Ajeng Maharani, Sabrina Anggraeni Lasama, Pipit Nashwa, Jan Amaranta, Dzawata Afnan, Agung Pangestu, Nazrul M Rizal, Titin Nur Hamida, Iyank Ika, Wiwied Kinasih, Meezaa, Liana Safitri, Luluk Lestari, Re Fana, Ana, Hessa Kartika Penerbit: LovRinz Publishing dan Ajeng Writing Soul Harga: Rp65.000 Ibu. Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata Ibu? Sosok penuh kasih, cinta, kehangatan, perjuangan... rasanya tak ada kata yang cukup untuk melukiskan tentang ibu.  Antologi cerpen "Menenun Harap" adalah hasil event PROUD MOMMY yang diadakan oleh LovRinz Publishing bersama Ajeng Writing Soul dalam rangka memperingati hari ibu 22 Desember 2017. Berurutan dengan event Happy 3 bertema True Love. Banyak kisah mengharukan tentang ibu yang dapat kita temukan dalam buku ini. Seorang ibu yang dengan ikhlas dan sabar merawat anaknya yang berkebutuhan khusus, ibu yang mempertahankan anaknya ketika di ambang percera...

Antologi Cerpen MANTU

Judul: MANTU Penulis: Amiliabdi, Khi Khi Kiara, Liana Safitri, Lusi Anda Sudjana, Mahfrizha Kifani, Meezaa, Mufa Rizal, Rie Kusuma, Riskaninda Maharani, Riswandi, Rosi Ochiemuh, Roza Damayanti, Sabrina Lasama, Sam Edy, ShytUrtle, Siti Nurjanah Azalah, Widya Penerbit: LovRinz Publishing Harga: Rp60.000 Antologi cerpen "Mantu" adalah antologi cerpen pertama saya dan antologi pertama bersama teman-teman facebook. Segala yang pertama selalu mengesankan, begitu pula antologi ini. Berawal dari pengumuman event menulis cerpen bertema TRUE LOVE untuk memperingati hari jadi Penerbit LovRinz yang ketiga. Seingat saya, sejak saya SMA dulu, banyak peristiwa manis yang saya alami di bulan September. Tahun 2017, September juga mengantarkan saya pada gerbang kelahiran antologi cerpen "Mantu". Saya menulis dalam keragu-raguan, mengirimkan naskah dengan terburu-buru, berlanjut dengan kelegaan setelah berbulan kemudian naskah dinyatakan lolos. Penantian berlanju...

ME AND MY PET (Kisah-Kisah Unik dengan Hewan Peliharaan)

Sekitar bulan November saya membaca informasi event menulis yang diadakan Penerbit DIVA Press di media sosial. Dalam event itu ada beberapa kategori yang dilombakan. 1. Me and My Teacher 2. Me and My Patient 3. Me and My Holy City 4. Me and My Child at First Day School 5. Me and My Pet Saya bukan guru, bukan dokter, belum pernah mengunjungi kota-kota suci di dunia, juga belum menjadi orangtua. Otomatis hanya satu peluang yang terbuka untuk saya, "Me and My Pet". Saya berusaha mengingat-ingat pengalaman saya memelihara hewan, lalu menuangkannya dalam cerita dengan jumlah halaman yang sangat terbatas. Selesai menulis, saya merasa tidak puas karena beranggapan tulisan tersebut terlalu sederhana. Tapi apa boleh buat? Yang diminta adalah menuliskan kisah nyata, dan kisah nyata yang saya alami bersama hewan peliharaan memang biasa-biasa saja. Cepat-cepat saya kirimkan naskah asal-asalan itu tanpa berani berharap banyak. Hari-hari akhir bulan Januari, penerbit ...

Antologi MENGUNYAH GERAM (Seratus Puisi Melawan Korupsi)

Bisa tergabung dalam Antologi "MENGUNYAH GERAM" (Seratus Puisi Melawan Korupsi), sungguh hal yang tidak terduga. Awal November 2017 saya membaca pengumuman di status facebook seorang seniman yang membuka event menulis puisi bertema "Puputan Melawan Korupsi" untuk memperingati hari antikorupsi sedunia. Siapa pun yang berminat dipersilakan mengirimkan puisi karyanya yang kemudian akan diseleksi, dan dimuat dalam buku antologi puisi melawan korupsi. Waktu pengiriman karya hanya sekitar sepuluh hari. Sejenak saya tertegun membaca pengumuman itu. Ada keinginan ikut serta, tapi apakah saya mampu? Mengingat selama ini puisi yang saya tulis selalu tentang cinta-cintaan, beralih ke tema korupsi, itu rasanya seperti orang yang terbiasa minum es krim disodori jamu. Sepanjang tahun 2017 saya memang sedang giat-giatnya mengikuti lomba menulis--tak peduli menang atau kalah, yang penting ikut. Jika saya tidak mencoba event puisi ini, rasanya kok menyia-nyiakan kesemp...

Berdandan Boleh, Tapi...

Wanita selalu ingin tampil cantik dan menarik. Oleh karena itu berdandan merupakan aktivitas wajib bagi sebagian besar kaum hawa—saya katakan sebagian besar karena memang ada sebagian wanita yang tidak suka berdandan. Banyak cara dilakukan wanita untuk mempercantik dirinya, dan tentu harus mengorbankan waktu serta biaya tidak sedikit. Islam tidak melarang seorang wanita untuk berdandan, namun ada aturan-aturan berdandan bagi muslimah yang harus dipatuhi. Allah swt. berfirman: Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A‘raaf 7: 31) Ayat di atas menerangkan dengan jelas bahwa berdandan atau berhias diperbolehkan bagi pria dan wanita, tapi jangan berlebihan ! Peringatan jangan berlebihan ini lah yang sering dilupakan atau bahkan tidak dipedulikan. Cara-cara berdandan yang dilarang dalam Islam juga masih banyak dil...