Langsung ke konten utama

Postingan

PELIK; Novel Penuh Konflik yang Membuat Rasa Penasaran Tergelitik

PELIK Penulis: Ary Nilandari Penerbit: Bentang Belia, 2018 Tebal: 270 halaman ISBN: 978-602-430-329-7 Bagaimana rasanya jika kita tidak bisa mengenali wajah orang? Prosopagnosia  atau face blind  (buta wajah), menjadi tema utama novel PELIK. Rayn harus melewati masa remaja seperti sedang berjalan di atas lapisan es tipis, dengan sebuah rahasia yang harus disembunyikan rapat-rapat. Remaja ini mengidap prosopagnosia . Dia tidak bisa mengenali wajah orang. Hanya keluarga dan sahabat terdekat yang  mengetahuinya. Setelah bertahun-tahun menjalani home schooling , di SMA Rayn memutuskan untuk bersekolah biasa di Darmawangsa International High School . Ardi, sang sahabat, menjadi "pengawal" Rayn yang selalu berada di dekatnya dan membantu Rayn mengenali orang. Di sekolah baru, Rayn berkenalan dengan seorang gadis yang menggelung rambut panjangnya menggunakan sumpit. Rayn tertarik dengan gadis lincah tersebut, tapi sayang, dia lupa menanyakan nama. Selanjutnya, Rayn b...

OSPEK, OH... OSPEK

OSPEK OH... OSPEK Lagi rame soal ospek, ya? Jadi pengen cerita pengalaman pas OSPEK/ MOS di SMA dulu. Untungnya sih, MOS saya tidak sampai menyiksa fisik. Cuma kalau dibentak-bentak kakak kelas ya, sama saja. Kayaknya rata-rata para kakak kelas memang dijangkiti penyakit senioritas. Waktu pertama kali masuk SMA ada pembagian kelas. Mau masuk kelas mana, kakak kelas yang bacakan daftarnya. Setelah semua siswa masuk ke kelas masing-masing, kami diberi pengarahan tentang perlengkapan apa saja yang harus dibawa di hari pertama MOS.  Perlengkapan untuk kegiatan aneh-aneh tersebut misalnya: 1. Bawa tas dari kantong gandum. 2. Untuk perempuan rambutnya dikuncir pakai tali rafia sebanyak angka tanggal lahir. Itu buat yang tidak pakai jilbab. Bagi yang pakai jilbab, kain sisa kerudung yang menjuntai di bagian depan itu diikat pakai rafia! 3. Pakai topi dari bola plastik yang dibelah jadi dua. 4. Pakai kalung identitas nama dan kelas dari kertas asturo yang dikalungkan ke leher p...

Berpenampilan Keren Bukan dengan Cari Penyakit

BERPENAMPILAN KEREN BUKAN DENGAN CARI PENYAKIT BARU saja buka instagram, lalu di beranda muncul foto dua orang cowok yang matanya hitam semua, satu lagi matanya sebelah merah. Bola matanya seperti mau keluar. Meskipun merasa ngeri dan bikin mata sendiri terasa ngilu--karena penasaran saya lalu baca-baca komentar. Untuk cari tahu, itu mata diapakan bisa hitam semua? Ada yang bilang ditato, ada yang bilang disuntik tinta. Pas ada yang tag ig orang tersebut, jadi saya intip. Ternyata lebih mengerikan lagi, lidahnya dibelah dua! Astaga! Apa tujuannya berbuat begitu? Biar keren? Tapi hasilnya sama sekali tidak keren. Malah bikin takut orang. Seketika pikiran saya melayang jauh. Orang ini, dengan penampilan demikian, masa depannya bagaimana? Kalau mau cari kerja bagaimana? Mungkin nanti ada yang bilang, "Jangan menilai orang dari penampilan." Ya, saya setuju, jangan menilai orang dari penampilan. Tapi jangan juga "dimodifikasi" menurut kemauan sendiri hingga t...

OCEHAN KALA LISTRIK MATI

KONON katanya, zaman dulu ketika belum ada listrik, orang-orang akan keluar rumah saat malam bulan purnama. Sampai ada lagunya, Padhang Mbulan .  Tapi zaman sekarang kebalik. Ketika malam tiba, orang-orang akan masuk rumah dan menyalakan lampu. Saat mati listrik, dan di dalam rumah tidak ada sumber cahaya lain, banyak yang akan keluar rumah. Karena segelap-gelapnya di luar rumah, di dalam rumah masih lebih gelap. Hal itu pun saya alami. Beberapa hari lalu setelah siangnya menghadiri acara ulang tahun SMA, mulai jam enam sore terjadi pemadaman listrik di daerah tempat kos. Otomatis wifi mati, baterai ponsel tinggal sedikit. Mau baca buku gelap. Karena di tempat kos saya tidak bawa lampu kecil yang biasa saya gunakan waktu berada di kamar gelap di rumah. Saya duduk-duduk di depan kamar kos. Tetangga kos di kamar seberang ada seorang ibu muda dengan anak laki-lakinya yang masih kecil. Panggil saja mereka Mama Is dan Ivel. Kami mengobrol banyak sambil berharap listrik kemba...

ULANG TAHUN SMA NEGERI 1 GAMPING DAN PERESMIAN PERPUSTAKAAN WIJAYA KUSUMA

Beberapa waktu lalu seorang teman lama mengirim sebuah foto undangan lewat pesan WA. "Liana dapat undangan." Yang membuat saya terkejut, kop undangan itu ada logo sekolah disertai sederet aksara Jawa. Acara yang tertulis adalah "Syukuran dan Peresmian Perpustakaan Wijaya Kusuma Pustaka". Sejak jauh-jauh hari saya mempersiapkan diri untuk menghadiri pertemuan tersebut. Pikiran saya tak henti menerka-nerka, acara peresmian nanti akan seperti apa? Siapa saja yang diundang?  Pagi 25 Agustus, saya melangkahkan kaki memasuki gerbang sekolah yang bertahun-tahun lalu menjadi tempat menuntut ilmu. Terakhir kali saya ke sana sekitar setahun lalu, saat mengantarkan novel Diary Gamophobia untuk perpustakaan--banyak ruangan sedang direnovasi. Sekarang saya lihat ruangan-ruangan yang dibangun sudah mulai selesai. Terutama, tentu saja perpustakaan. Tampak indah dengan cat warna-warni dengan meja kursi tak kalah semarak bak pelangi. Waktu akan masuk ke perpustakaan, guru-guru berl...